Sisi Lain Konflik Rusia - Ukraina Part-1

Property Pribadi Suriya-Aeh Info-Anak-MeulabohDoc. Pribadi Ilustrasi Gambar Blog Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh: Sisi Lain Konflik Rusia - Ukraina Part-1
Antara Teori Mackinder, Jalur Sutra dan Gas Weapon
Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh Sisi Lain Konflik Rusia - Ukraina Part-1 - Teori (Geopolitik) Sir Halford Mackinder (1861-1946) Dalam Buku The Geographical Pivot of History (1904) menyatakan:

“Who rules East Europe, command the Heartland; who rules the Hearland, command the World Islands; who rules the World Island, commond the world”.

Terjemahan bebasnya begini:

“Siapa mengatur Eropa Timur, akan mengendalikan Jantung Dunia [Asia Tengah]; siapa mengatur Jantung Dunia/Asia Tengah, maka akan mengendalikan Pulau Dunia [Timur Tengah]; siapa mengatur Pulau Dunia/Timur Tengah bakal memimpin dunia”.

Inti ajaran Mackinder di atas ialah, aturlah Eropa Timur terlebih dulu sebelum mengendalikan kawasan Heartland (Asia Tengah) dan World Island (Timur Tengah) anda akan menguasai dunia dan pintu masuknya melalui Ukraina. Kenapa? Selain merupakan geopolitical of pipeline terutama jalur pipa gas lintas benua/antarnegara yang berasal dari Rusia ke Eropa, juga faktor geoposisi (posisi geografi).

Inilah takdir geopolitik Ukraina di panggung global. Seperti halnya posisi Suriah yang merupakan ‘titik simpul’ di Jalur Sutra, Timur Tengah, di mana ke timur melaju hingga Maroko, arah ke utara lanjut sampai ke Eropa.

Nah, Ukraina pun lintasan Jalur Sutra yang menuju Eropa. Makanya, skenario, pola dan modus konflik di Suriah hampir mirip dengan konflik di Ukraina terutama konflik 2014-an kemarin. Bahkan dalam beberapa hal, pemain dan aktornya pun sama (Silahkan baca: “Ukraina adalah Suriah Yang Lain”-nya Dina Sulaeman).

Secara market, Eropa baik Timur maupun Eropa Barat selain dinilai pasar potensial bagi gas Rusia (50%); jadi, secara geopolitik, Eropa memiliki ketergantungan terhadap (gas) Rusia. Dari aspek ini saja sudah dapat dibaca, bahwa geopolitik Eropa sudah tergerus dan digerus oleh Rusia melalui gas.

Maka, istilah ‘gas weapon’ alias senjata gas sempat menghantui negara-negara Uni Eropa yang tergantung pada gas Rusia. Ilustrasinya, dengan sekali putar kran di musim dingin, misalnya Eropa bisa beku karena kekurangan gas. Itulah gas weapon Rusia atas Eropa. Makanya, NATO pun agak ngeri bila melawan Rusia, karena faktor gas weapon tersebut.

Dan itulah sisi lain konflik Rusia versus Ukraina yang mutlak dicermati.

di Tulis Oleh: M Arief Pranoto, pengkaji geopolitik, Global Future Institute


[Sumber: yang diambil oleh Admin Suriya-aceh Info-Anak-Meulaboh Silahkan Lihat Di News theglobal-review]

Manusia Terkaya yang Pernah Bawa 60.000 Orang Naik Haji, Mansa Musa

Property Pribadi Suriya-Aeh Info-Anak-MeulabohDoc. Pribadi Ilustrasi Gambar Blog Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh: Manusia Terkaya yang Pernah Bawa 60.000 Orang Naik Haji, Mansa Musa
Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh Manusia Terkaya yang Pernah Bawa 60.000 Orang Naik Haji, Mansa Musa - Pernah dengar Mansa Musa? Dia adalah orang terkaya sepanjang masa yang merupakan penguasa Afrika Barat di abad ke-14.

Sosoknya sering disamakan dengan karakter fiksi di Marvel Comics, Black Panther yang merupakan raja dari Wakanda yang memiliki nama asli T'Challa.

Sejarah Melansir, Musa menjadi penguasa yang menguasai Mali pada tahun 1312. Dia naik tahta setelah pendahulunya, Abu-Bakr II, hilang dalam perjalanan yang ditempuh melalui laut di Samudra Atlantik.

Pemerintahan Musa datang pada saat negara-negara Eropa sedang berjuang karena perang saudara yang berkecamuk dan kekurangan sumber daya. Selama periode itu, Mali berkembang berkat sumber daya alam yang melimpah seperti emas dan garam.

Di bawah pemerintahan Musa, kawasan kekuasaannya makmur dan tumbuh hingga menjangkau sebagian besar Afrika Barat. Wilayah kekuasaan terdiri dari pantai Atlantik hingga pusat perdagangan pedalaman Timbuktu dan sebagian Gurun Sahara.

Musa merupakan seorang Muslim yang taat. Dia pernah melakukan perjalanan ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji. Dia boat sekitar 4.000 mil bersama 60.000 rombongannya yang terdiri dari tentara dan budak. Rombongan itu membawa ratusan pon emas yang diangkat menggunakan unta dan kuda.

Dalam perjalanan itu rombongan Musa menjadi tontonan untuk setiap wilayah yang dilaluinya. Bahkan sosoknya menjadi tersohor di Mesir selama lebih dari satu dekade.

Sesampainya di Kairo, Musa bertemu dengan penguasa Kairo, al-Malik al-Nasir. Menurut teks-teks dari sejarawan kuno Shihab al-Umari, Musa disambut di Kairo oleh bawahan al-Nasir, yang mengundangnya untuk bertemu dengan sesama raja. Musa menolak proposisi sambutan mewah itu dan mengatakan bahwa dia hanya numpang lewat dalam perjalanan haji ke Mekah.

Salah satu alasan Musa menolak adalah karena dia diharuskan tunduk dan mencium kaki sultan. Dia memilih untuk menyapa al-Nasir dengan layak dalam pandangannya.

Dalam percakapan keduanya al-Nasir menawarkan penginapan kepada Musa dan semua orang yang menemaninya. Namun Musa menolak dan justru meninggalkan sebagian hartanya di sana.

Saat melalui Kairo dari pusat kerajaan hingga kawasan pemukiman miskin, Musa menebar hartanya berupa emas dengan membeli barang-barang asing. Hal itulah yang membuat dia begitu terkenal dan dihargai.

Meskipun bermaksud baik, mempersembahkan emas Musa sebenarnya menurunkan nilai di Mesir, dan perekonomian kerajaan mengalami pukulan besar. Butuh waktu 12 tahun bagi ekonomi Mesir untuk pulih.

The Sun yang melansir SmartAsset.com menyebut Timur Tengah mengalami kerugian ekonomi sebesar 1,1 miliar Euro gara-gara harga emas yang jatuh.

Dalam perjalanan pulang dari Tanah Suci, Mansa Musa coba membantu ekonomi Mesir yang anjlok 'gara-gara' dia. Mansa Musa mengambil kembali emas di peredaran dan meminjamnya dengan bunga tinggi.

Beberapa waktu kemudian dia kembali ke Mekah dengan beberapa ulama termasuk keturunan langsung Nabi Muhammad SAW dan seorang penyair asal Andalusia. Mansa Musa membayar mereka dengan 200 kg emas yang jika sekarang diuangkan menjadi 6,3 juta Euro.


[Sumber: yang diambil oleh Admin Suriya-aceh Info-Anak-Meulaboh Silahkan Lihat Di News detik]

Dokter yang Rindu Syahid, Mengenang Rantisi

Property Pribadi Suriya-Aeh Info-Anak-MeulabohDoc. Pribadi Ilustrasi Gambar Blog Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh: Dokter yang Rindu Syahid, Mengenang Rantisi
Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh Dokter yang Rindu Syahid, Mengenang Rantisi - Banyak dokter di muka bumi dengan berbagai macam keahlian dan spesialisasinya, tetapi sedikit sekali di antara mereka yang hafal Al-Qur’an dan merindukan syahid di jalan Allah, di antara yang sedikit itu adalah dokter Abdul Aziz Rantisi. Dokter Abdul Aziz Rantisi lahir pada tanggal 23 Oktober 1947 di desa Bina, terletak di antara Askalan dan Yafa.

Memiliki nama lengkap Abdul Aziz Ali Abdul Hafidz Ar Rantisi merupakan seorang dokter spesialis anak yang pernah bertugas di Rumah Sakit Naser, di lingkungan Kamp Khan Yunis, Jalur Gaza pada tahun 1976.

Beliau aktif disejumlah organisasi dintaranya sebagai anggota Komite Islam, Organisasi Kedokteran Arab di Jalur Gaza. Menjadi dosen di Universitas Islam Gaza sejak dibuka pada tahun 1987 dengan memberikan mata kuliah Ilmu Genetik dan Parasit.

Abdul Aziz Rantisi merupakan murid dari Syekh Ahmad Yasin, tokoh spiritual, qiyadah/ pemimpin pejuang Palestina melawan penjajah Zionis Israel di abad modern ini. Di bawah bimbingan Syekh Yasin, Abdul Aziz Rantisi dapat memahami arti kehidupan dan perjuangan untuk meraih kesuksesan/ keberuntungan yang sesungguhnya, tegar dalam menghadapi cobaan, tidak terbuai dengan godaan dunia dan yang lebih penting lagi adalah bercita-citanya untuk mati syahid.

Beliau pernah dipenjara ditahanan Kaffar Yunah bersama Sang Guru, Syekh Ahmad Yasin dan beberapa pejuang Palestina lainnya dari Hamas. Di penjara tersebut Abdul Aziz Rantisi melakukan muraja’ah (mengulang) Al-Qur’an yang sudah hafal diluar kepalanya sejak tahun 1990. 

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

Untuk merealisasikan cita-citanya untuk mati syahid, selain berdo’a, beliau berjuang dengan ikhlas, tidak cinta dunia, tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah, tidak mau kompromi dengan Zionis Israel, penjajah yang akan menghancurkan masjid Al-Aqsha, kiblat umat Islam pertama.

Ketika Syekh Ahmad Yasin syahid, Senin, 22 Maret 2004 karena dirudal penjajah Zionis Israel. Maka estafeta/ kelanjutan tampuk qiyadah/ kepemimpinan Hamas diembannya dengan penuh tanggung jawab dan amanah. 

Beliau sebagai qiyadah/pemimpin pengganti Syekh Ahmad Yasin sangat hati-hati terhadap uang atau materi dan amanah merupakan bagian dari hidupnya, sehingga beliau ditsiqahi (dipercaya) oleh pengikut dan pendukungnya.

Ada kata-kata hikmah yang menjelaskan Tiada Tsiqah Tanpa Amanah, artinya bagaimana mungkin seseorang akan tsiqah (percaya) kalau orang yang diberi amanah apalagi sebagai qiyadah/ pemimpin dalam bermuamalah dengan anggota atau umat tidak amanah, berbohong, bersilat lidah untuk memperkaya diri atau menyelamat diri sendiri.

Syekh Abu Bakar Al-‘Awawidah, anggota Rabithah Ulama Palestina di Suriah ketika berkunjung ke Indonesia, tepatnya hari Jum’at, 28 September 2007/17 Ramadhan 1428H bercerita kepada penulis tentang saat-saat terakhir kehidupan dr. Abdul Aziz Rantisi setelah dihantam roket penjajah Zionis Israel, Ketika badannya dipenuhi darah, kondisi sudah mulai agak lemah, beliau (Abdul Aziz Rantisi) menunjuk ke kantong celananya, pengawalnya tidak paham apa maksudnya, setelah tangan pengawalnya dimasukkan ke kantong celana dr. Abdul Aziz Rantisi tampaklah beberapa uang, dr. Abdul Aziz Rantisi dengan kondisi tubuh yang sudah lemah meyampaikan pesan kepada pengawalnya, berikan uang tersebut kepada si fulan, Subhanallah, Allah memberikan kesempatan dan peluang kepada dr. Abdul Aziz Rantisi untuk meninggalkan dunia tanpa beban dan hutang serta menunaikan amanah untuk disampaikan kepada yang berhak.

Bahkan sehari sebelum dihantam roket penjajah Zionis Israel, beliau sudah mengambil uang tabungan gajinya selama mengajar di Universitas Islam Gaza dan menghitung hutang yang akan dilunasinya. Termasuk beliau memberikan bantuan untuk biaya pernikahan anaknya, Ahmad. Setelah itu beliau berkata, ”Sekarang, jika saya menemui Tuhanku, maka aku dalam keadaan bersih. Saya tidak memiliki apa-apa dan tidak ada tanggungan apa-apa.”

Pada hari Sabtu, 25 Shafar 1425/ 17 April 2004, dokter yang rindu syahid, dr. Abdul Aziz Rantisi dihantam rudal zionis Israel, Innalillahi wainna ilaihi raji’un (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali), QS: Al-Baqarah/ 2: 156, maka tercapailah keinginannya seperti kalimat yang pernah dia ucapkannya: Kita akan mati suatu hari nanti, tiada apa yang dapat mengubahnya. Jika maut disebabkan Apache (helikopter tempur buatan Amerika) atau serangan jantung, saya lebih rela memilih Apache…”

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki.(QS: Ali Imran/3: 169). H.

di Tulis Oleh: Ferry nur S.Si/ Sekjen KISPA [email protected]/rz


[Sumber: yang diambil oleh Admin Suriya-aceh Info-Anak-Meulaboh Silahkan Lihat Di News eramuslim]

Ancaman Baru untuk Investor Kripto di Eropa Saat Penumpasan terhadap Dompet yang Tidak Dihosting Menampakkan

Property Pribadi Suriya-Aeh Info-Anak-MeulabohDoc. Pribadi Ilustrasi Gambar Blog Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh: Ancaman Baru untuk Investor Kripto di Eropa Saat Penumpasan terhadap Dompet yang Tidak Dihosting Menampakkan
Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh Ancaman Baru untuk Investor Kripto di Eropa Saat Penumpasan terhadap Dompet yang Tidak Dihosting Menampakkan - Para ahli khawatir bahwa langkah-langkah yang diusulkan dapat menghentikan pertukaran Eropa dari berurusan dengan dompet crypto yang tidak dihosting sama sekali.

Beberapa minggu setelah nyaris menghindari larangan de facto terhadap Bitcoin, Eropa berada di ambang penegakan peraturan yang dapat menyebabkan masalah besar bagi investor kripto.

Kepala strategi DeFi yang tak terbendung Patrick Hansen telah memperingatkan bahwa Komite Parlemen Eropa untuk Urusan Ekonomi dan Moneter sedang merencanakan tindakan keras terhadap dompet yang tidak dihosting dan rancangan tindakan mengungkapkan "bendera merah mutlak."

Sebagai pengingat, dompet yang tidak dihosting mengacu pada alamat yang dikendalikan oleh individu daripada pertukaran kripto secara efektif, perbedaan antara uang kertas di saku Anda dan tabungan di bank.

Politisi Eropa saat ini sedang mengerjakan peraturan anti pencucian uang dan salah satu tindakan yang telah diusulkan akan melihat pertukaran bertanggung jawab untuk mengumpulkan informasi pribadi setiap kali transfer dilakukan yang melibatkan dompet yang tidak dihosting.

Menurut Hansen, satu bendera merah melibatkan ketentuan baru bahwa penyedia layanan aset virtual perlu "memverifikasi keakuratan" informasi yang mereka kumpulkan juga yang berarti pertukaran akan memiliki tugas yang mustahil untuk mengidentifikasi dengan benar siapa yang memiliki dompet yang tidak dihosting. Menjelaskan konsekuensi aturan ini, Hansen mentweet:

"Konsekuensi dari ini, imo, adalah bahwa sebagian besar perusahaan crypto tidak akan dapat atau mau bertransaksi dengan dompet yang tidak dihosting lagi agar tetap patuh."

Ketentuan lain berarti bahwa pertukaran harus memberi tahu pihak berwenang setiap kali salah satu penggunanya menerima lebih dari €1.000/Rp.15.796.821,33 ($1.096/Rp.15.744.588,00) dari dompet yang tidak dihosting bahkan jika tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa pencucian uang sedang terjadi. Menurut Hansen, ini sama dengan "pelanggaran mutlak terhadap hak privasi."

Dia juga menandai ketentuan lain yang menunjukkan bahwa Komisi Eropa akan menilai "efektivitas dan proporsionalitas" dari aturan baru ini dalam waktu 12 bulan berpotensi membuka jalan bagi pembatasan lebih lanjut terhadap dompet yang tidak dihosting di masa depan.

Chief Policy Officer Coinbase Faryar Shirzad telah memperingatkan langkah-langkah tersebut "dapat secara signifikan melanggar kebebasan finansial individu, membahayakan ekonomi kripto, dan melumpuhkan masa depan inovasi di seluruh UE." Dia menulis:

"Untuk transaksi dengan dompet yang dihosting sendiri, memerlukan pengumpulan, penyimpanan catatan, dan verifikasi data dompet yang tersebar luas sangat berbahaya. Persyaratan verifikasi, khususnya, hampir tidak mungkin dipenuhi, menimbulkan masalah privasi yang serius dan harus diperbaiki."

Shirzad juga mendesak komunitas crypto Eropa untuk membantu anggota parlemen "memahami dampak dari apa yang mereka usulkan," menambahkan:

"Masa depan inovasi UE dipertaruhkan dan momen transformasional untuk kebebasan ekonomi dapat terbuang sia-sia. Tulis MEP & Tweet Anda @Europarl_EN . Mereka perlu mendengar dari Anda."

'Tentang' Pembangunan

Hansen melanjutkan dengan mengungkapkan kekhawatiran bahwa tindakan yang diusulkan dapat berarti "setiap transaksi satoshi yang bukan murni P2P harus disertai dengan pembagian informasi pribadi." Dia menggambarkan ini sebagai "standar ganda yang sama sekali tidak dapat dibenarkan," menambahkan:

"Ini adalah standar ganda yang sama sekali tidak dapat dibenarkan. Jika ada, persyaratan AML untuk cryptocurrency harus lebih rendah, karena transfer berbasis blockchain menawarkan cara baru dan tambahan untuk melacak dan memantau."

UE sangat khawatir tentang penjahat yang menggunakan cryptocurrency untuk mentransfer keuntungan haram lintas batas tanpa mengungkapkan identitas mereka.

Hansen memperingatkan bahwa tindakan keras terhadap dompet yang tidak dihosting dapat menciptakan "honeypots data besar untuk peretas" dan pada akhirnya membuat ekosistem kripto "sangat dekat" dengan SWIFT dengan setiap transaksi kripto (kecuali yang secara eksklusif antara dompet yang tidak dihosting) disertai dengan transfer informasi pribadi.

Komite Urusan Ekonomi dan Moneter akan memberikan suara pada ketentuan ini pada hari Kamis.

di Tulis Oleh: Connor Sephton


[Sumber: yang diambil oleh Admin Suriya-aceh Info-Anak-Meulaboh Silahkan Lihat Di News CoinMarketcap]

Ukraina Meluncurkan Museum Virtual NFT Inilah Cara Anda Mendapatkannya

Property Pribadi Suriya-Aeh Info-Anak-MeulabohDoc. Pribadi Ilustrasi Gambar Blog Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh: Ukraina Meluncurkan Museum Virtual NFT Inilah Cara Anda Mendapatkannya
Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh Ukraina Meluncurkan Museum Virtual NFT Inilah Cara Anda Mendapatkannya - Awalnya, NFT yang mendokumentasikan tiga hari pertama invasi akan dijual pada 30 Maret. Harganya telah ditetapkan pada 0,15 ETH, yang bernilai sekitar $500 pada saat penulisan.

Ukraina telah meluncurkan museum virtual token yang tidak dapat dipertukarkan yang mendokumentasikan invasi Rusia.

"Museum Sejarah Meta Perang" menampilkan NFT yang mendokumentasikan konflik hari demi hari. Tweet dari sumber berita, politisi dan departemen pemerintah disertai dengan karya seni.

Sebuah "garis perang" juga menggambarkan waktu ketika perkembangan baru terjadi. Meskipun 100% dari dana yang dikumpulkan melalui penjualan NFT ini akan diberikan kepada tentara dan warga sipil Ukraina, proyek tersebut mengatakan bahwa ia memiliki misi yang jauh lebih luas daripada mengumpulkan sumbangan:

"Untuk melestarikan ingatan akan peristiwa nyata pada waktu itu, untuk menyebarkan informasi yang benar di antara komunitas digital di dunia."

Dan dengan nada menantang di era informasi yang berlebihan dan dunia di mana disinformasi merajalela di media sosial proyek menambahkan:

"Kami tidak akan pernah membiarkan satu hari pun dari periode ini hilang dari buku besar sejarah dunia."

Ke depan, Meta History mengatakan bahwa NFT akan dibuat dalam urutan kronologis, dengan seniman dari Ukraina dan seluruh dunia memberikan kontribusi "dari wabah penuh hingga momen perayaan kemenangan Ukraina."

Bagaimana itu bekerja

Awalnya, NFT yang mendokumentasikan tiga hari pertama invasi dari 24-26 Februari akan dijual pada 30 Maret. Token lebih lanjut akan menyusul dalam waktu yang tidak terlalu lama. Harga mereka telah ditetapkan pada 0,15 ETH, yang bernilai sekitar $500 pada saat penulisan.

Museum Ukraina telah diluncurkan bekerja sama dengan platform Fair.xyz, yang menawarkan "aman dan transparan" bagi pencipta dan kolektor yang bebas dari perang gas. Koleksi tersebut digambarkan sebagai "NFT pertama yang didukung pemerintah," dan sebuah pernyataan menambahkan:

“Melihat kembali perkembangan dan kengerian yang mengejutkan dunia bulan lalu, pentingnya transparansi dan informasi menjadi jelas. Penyensoran, kesalahan informasi, dan miskomunikasi merupakan inti dari setiap kampanye yang digerakkan oleh media, dengan dampak nyata pada kehidupan warga sipil menderita akibat sehari-hari di bawah konflik bersenjata."

Salah satu wakil perdana menteri Ukraina, Mykhalio Fedorov, juga mengungkapkan harapan bahwa komunitas tersebut akan menjadi "tempat untuk merayakan identitas dan kebebasan Ukraina."

Peluncurannya tidak berjalan mulus dengan akun Twitter resmi Meta History memperingatkan bahwa koleksi palsu sekarang beredar di OpenSea.

Menurut Merkle Science, $102,9 juta telah terkumpul sejak invasi Rusia dimulai. Sebagian besar dana telah disumbangkan ke pemerintah Ukraina, serta kelompok sukarelawan seperti Come Back Alive.

Awal bulan ini, menteri Alex Bornyakov mengungkapkan bahwa kontribusi crypto telah digunakan untuk memberi tentara 5.550 rompi antipeluru, 500 pelat balistik, 3.125 pencitraan termal, 500 helm, 60 walkie-talkie, dan 410.000 makan siang kemasan.

Ukraina pada awalnya berencana untuk mengadakan airdrop untuk memberi penghargaan kepada mereka yang telah memberikan sumbangan, tetapi rencana ini kemudian dibatalkan, dengan para pejabat mengkonfirmasikan bahwa NFT akan dijual sebagai gantinya.

di Tulis Oleh: Connor Sephton


[Sumber: yang diambil oleh Admin Suriya-aceh Info-Anak-Meulaboh Silahkan Lihat Di News CoinMarketcap]

Saham ANTM Tersundut Kasus Dugaan Korupsi

Property Pribadi Suriya-Aeh Info-Anak-MeulabohDoc. Pribadi Ilustrasi Gambar Blog Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh: Saham ANTM Tersundut Kasus Dugaan Korupsi
Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh Saham ANTM Tersundut Kasus Dugaan Korupsi - Harga saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pagi ini bergerak turun setelah ada pernyataan resmi dari Kejaksaaan Agung (Kejagung) yang akan meningkatkan status dugaan korupsi pada pengelolaan kegiatan kegiatan periode 2015-2021 ke tahap penyidikan pada awal pekan ini.

Hal tersebut Ketut Sumedana, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, dalam pernyataan resmi Jumat (25/3). Mengutip pemberitaan Kontan, ada 4 poin yang menjadi alasan Tim Penyelidik memiliki kesimpulan sementara bahwa kasus ini mengandung unsur perbuatan melawan hukum dan menimbulkan kerugian Negara.

Pertama, kegiatan pemurnian emas Antam periode tahun 2015 sampai dengan tahun 2021, telah menentukan tarif kepada Perusahaan Kontrak Karya (KK) dan Non Kontrak Karya (Non KK) yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan, yaitu berdasarkan Penetapan Tarif dan Ongkos Cetak Antam sehingga dapat merugikan Antam.

Kedua, Kegiatan perdagangan (perdagangan), baik ekspor maupun impor yang dilakukan oleh ANTM kepada beberapa perusahaan rekanan (memiliki perjanjian kerjasama perdagangan), penggunaan nilai premium/diskon yang tidak sesuai ketentuan.

Ketiga, diduga Antam telah melakukan pembelian terhadap emas yang tidak memiliki sertifikat LBMA (London Bullion Market Association) diantaranya emas dengan merk Korea Zinc yang diperoleh dari ICBC Bank Bullion.

Keempat, dugaan Perusahaan Kontrak Karya (KK) dan Non Kontrak Karya (Non KK) tidak memenuhi pembayaran royalti sesuai dengan kewajibannya atas kegiatan produksi emas.

Tentang siapa yang melaporkan dan bagaimana awal mulanya dugaan korupsi di tubuh Antam ini perhatian Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana tidak banyak berkomentar.

"Pelapor itu dilindungi Undang-Undang. Kalau saya membocorkan, sama saja Saya melanggar UU, mohon maaf. Kerahasiaan pelapor di atur dalam UU," tukasnya.

Sementara itu, manajemen ANTM menyatakan masih akan membahas masalah itu secara internal. "Kami malam ini baru mau kordinasi internal terlebih dahulu," kata Yulan Kustiyan Sekretaris Perusahaan ANTM.

Saham ANTM bergerak di teritori negatif sepanjang perdagangan hari ini. Saham perusahaan pelat merah ini longsor 1,13% ke level Rp 2.630 setelah akhir pekan lalu menguat 0,75%.


[Sumber: yang diambil oleh Admin Suriya-aceh Info-Anak-Meulaboh Silahkan Lihat Di News Hotstock]

Aksi Militer Rusia ke Ukraina, Karena AS dan NATO Mengabaikan the Minsk Peace Accords

Property Pribadi Suriya-Aeh Info-Anak-MeulabohDoc. Pribadi Ilustrasi Gambar Blog Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh: Aksi Militer Rusia ke Ukraina, Karena AS dan NATO Mengabaikan the Minsk Peace Accords
Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh Aksi Militer Rusia ke Ukraina, Karena AS dan NATO Mengabaikan the Minsk Peace Accords - Aksi militer yang dilancarkan Rusia terhadap Ukraina, memang tidak bisa diartikan secara simplistik sebagai invasi militer sebagaimana klaim Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya yang tergabung dalam Pakta Atlantik Utara (NATO). Masalah krusial bagi Rusia adalah, rasa khawatir atas keamanan nasional negaranya yang diabaikan oleh AS dan negara-negara Eropa Barat yang tergabung dalam NATO.

Maka keputusan Presiden Vladimir Putin untuk melancarkan aksi militer terhadap Ukraina, harus dibaca sebagai tanggapan terhadap AS dan NATO yang dipandang tidak responsif terhadap aspirasi geopolitik Rusia terkait negara-negara yang berbatasan langsung dengan negara beruang merah tersebut, terutama negara-negara pecahan Uni Soviet. Salah satunya adalah Ukraina.

Maka aksi Rusia terhadap Ukraina, merupakan tanggapan terhadap negara-negara adikuasa seperti AS dan NATO yang dipandang Rusia tidak responsif untuk mengadakan dialog yang normal dan konstruktif terkait penyelesaian konflik di Ukraina. Sebab sejak lengsernya pemerintahan Presiden Viktor Yanukovich pada 2014, arah kebijakan luar negeri Ukraina lebih condong ke blok AS dan Uni Eropa.

Rasa superior AS dan sekutu-sekutunya yang tergabung dalam NATO itulah, yang jadi faktor penyebab terciptanya jalan buntu menuju penyelesaian damai ihwal Ukraina secara damai lewat meja perundingan diplomatik. Sehingga berujung pada putusan Presiden Putin untuk melancarkan aksi militer terhadap Ukraina.

Property Pribadi Suriya-Aeh Info-Anak-MeulabohDoc. Pribadi Ilustrasi Gambar Blog Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh: Ukrainian Servicemen
Sejak bubarnya Uni Soviet pada 1991, AS praktis merasa dirinya sebagai kekuatan hegemoni global dan polisi dunia. Karena merasa dengan bubarnya Uni Soviet, Rusia tidak lagi dipandang sebagai pesaing yang seimbang bagi negara Paman Sam itu.

Namun demikian, sikap AS sebagai kekuatan hegemoni tunggal tersebut, pada saat yang sama mengandung sebuah paradoks.

Ketika AS semakin agresif menguasa negara-negara di pelbagai kawasan dunia dalam skema penjajahan gaya baru, pada saat yang sama Rusia tetap dipandang sebagai penghalang utama tujuan strategis AS mewujudkan dirinya sebagai sebuah imperium.

Property Pribadi Suriya-Aeh Info-Anak-MeulabohDoc. Pribadi Ilustrasi Gambar Blog Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh: Map indicating locations of Russia and Ukraine
Salah satunya adalah sikap tegas Rusia untuk tampil sebagai kekuatan penyeimbang menghadapi upaya AS dan NATO untuk menggusur pemerintahan Presiden Bashar al Assad di Suriah. Keberhasilan Rusia menciptakan equilibrium atau penyeimbang, maka gerakan-gerakan pemberontakan Free Syrian Army atau Jabal-al-nusra yang didukung dari belakang layar oleh AS dan NATO, barang tentu amat menggusarkan para penentu kebijakan keamanan nasional di Washington. Sebab dengan begitu, operasi intelijen AS untuk menciptakan perubahan kekuasaan di Suriah gagal total sampai hari ini. Padahal krisis Suriah tersebut sudah berlangsung sejak 2011.

Pada sisi lain, Cina sebagai adikuasa baru yang saat ini mampu menyamai AS dan beberapa negara industri maju di Eropa Barat, juga dipandang AS sebagai kekuatan baru yang bermaksud mengubah tatanan global yang berlaku saat ini. Sehingga pada giliranya Cina bisa menjadi kekuatan alternatif untuk mengancam kepentingan kekuatan kapitalis global berbasis korporasi.

Apalagi ketika negara-negera dunia ketiga yang menjalin aliansi stratetegis baik dengan Rusia maupun Cina seperti Venezuela, Iran, Kuba, Nikaragua, Kuba, dan Suriah, telah menjalin kesepakatan untuk menolak mengikuti skema ekonomi yang hanya menguntungkan secara sepihak kepentingan para kapitalis global berbasis korporasi.

Dalam konteks inilah, kudeta yang dilancarkan terhadap pemerintahan Viktor Yanukovich pada 2014 atas bantuan dari AS dan Uni Eropa, merupakan bagian integral dari agresi yang dilancarkan AS dan blok Barat.

Dengan kata lain, perang dingin sejatinya masih belum berakhir meski Uni Soviet sudah bubar sejak 1991 dan Tembok Berlin sudah runtuh sejak 1989.

Namun yang paling menggusarkan Rusia adalah, ketika AS dan Uni Eropa menggunakan berbagai kelompok fasis berhaluan neo-Nazi sebagai agen-agen proxy-nya sekaligus tulang-punggung rejim baru Ukraina yang pro AS dan Uni Eropa. Anehnya, media-media arus utama di AS dan Eropa Barat, cenderung mengabaikan dan menganggap sepi beberapa kontradiksi tersebut. Satu sisi mengusung isu-isu hak-hak asasi manusia dan demokrasi, namun pada saat yang sama membenarkan keterlibatan kekuatan-kekuatan berhaluan neo-Nazi sebagai tulang punggung rejim baru Ukraina pasca lengsernya Yanukovich.

Akar soal adalah pelengseran pemerintahan Yanukovich pada 2014 karena sulit dibantah bahwa gagasan di balik kudeta tersebut menjadikan rejim baru Ukraina sebagai instrumen garis depan untuk menghadapi Rusia, bagi kepentingan NATO dan Uni Eropa.

Maka, santernya kabar bahwa Ukraina akan bergabung dengan NATO, dan adanya rencana AS untuk menyebarkan sistem pertahanan anti-rudalnya di Ukraina dan wilayah-wilayah yang berbatasan dengan Rusia, dibaca oleh Moskow sebagai lonceng tanda bahaya.

Selama 8 tahun terakhir ini, rejim Ukraina yang didukung AS dan NATO, telah melancarkan genosida terhadap populasi Rusia di Donbass dan sebelah tenggara Ukraina. Lagi-lagi, fakta-fakta tersebut diabaikan oleh media-media Barat.

Bahkan ketika Wakil Presiden Joe Biden masih menjadi Wakil Presiden di bawah pemerintahan Barrack Obama, juga mengabaikan fakta-fakta tersebut. Bahkan malah mendorong putranya melakukan praktek bisnis yang menguntungkan namun tidak sah di Ukraina.

Adalah hampir 8 tahun pula, Rusia mengajukan mosi untuk penyelesaian politik atas terjadinya perang saudara di Ukraina, sebagaimana dimandatkan oleh Perjanjian Perdamaian Minsk, yang mana negosiasi itu berlangsung antara 2014 hingga 2015.

Namun rejim Kiev yang didukung AS dan Uni Eropa, menolak mosi penyelesaian damai padahal the Minsk peace accords tersebut sudah diotorisasi oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dengan demikian the Minsk peace accords secara teknis sudah dilanggar dan dianggap tidak ada. Apalagi ketika proposal perdamaian yang diajukan Putin yaitu a Europe-wide security arrangement yang dimaksudkan untuk membendung ekspansi AS dan NATO ke arah Timur sehingga menimbulkan ancaman militer terhadap Rusia, dengan segera ditolak mentah-mentah oleh Washington dan sekutu-sekutunya di Eropa.

Dengan mengabaikan a Europe-wide security arrangement maupun the Minsk peace accords, Rusia merasa terkepung oleh perkembangan dan dinamika yang berlangsung di Ukraina.

Apalagi ketika AS dan NATO makin membanjiri Ukraina dengan berbagai jenis senjata-senjata offensive dengan dalih untuk meningkatkan postur pertahanan. Seturut dengan membanjirnya persenjataan offensive ke Ukraina yang dilakukan oleh AS dan NATO, sentiment anti Rusia juga makin berkobar di daerah Donbass, yang ditujukan kepada penduduk asal Rusia.

Maka Senin 21 Februari lalu, Putin mengumumkan pembebasan Donetsk dan Lugansk sebagai republik yang tidak lagi berada dalam kendali Ukraina. Menurut Putin, seharusnya langkah tersebut diambil sejak dulu, namun tertunda karena bermaksud mematuhi the Minsk peace accords. Namun ketika AS dan blok Barat mengabaikan the Minsk peace accords, maka Putin memandang solusi damai lewat perundingan sudah tertutup.

Intinya, keberadaan rejim Ukraina yang didudukung AS dan NATO di halaman depan Rusia yang kemudian diarahkan kepada penduduk Rusia, bagi Rusia sama sekali tidak bisa diterima dan tidak bisa ditolerir. Lebih celakanya lagi, Presiden Ukraina Vladimir Zelensky makin memanaskan keadaan dengan mengancam akan mengembangkan senjata nuklir. Barang tentu dari perspektif situasi keamanaqn Rusia, hal ini merupakan lonceng tanda bahaya.

Begitupun, jika kita cermati liputan-liputan berita media-media arus utama di Barat, agresi AS dan NATO di Ukraina, yang juga merupakan rangkaian terintegrasi dengan manuver serupa di Suriah sejak 2011, sama sekali diabaikan sebagai isu berita yang penting, apalagi sebagai latarbelakang mengapa Rusia akhirnya melancarkan aksi militer terhadap Ukraina.

Property Pribadi Suriya-Aeh Info-Anak-MeulabohDoc. Pribadi Ilustrasi Gambar Blog Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh: Angkatan Bersenjata Rusia
Padahal agresi AS dan NATO yang terintegrasi di pelbagai kawasan, pada perkembangannya telah menciptakan ancaman terhadap stabilitas dan keamanan internasional. Dengan demikian, Ukraina harus dilihat dalam gambaran yang lebih besar dari strategi global AS dan NATO.

Maka masuk akal ketika Rusia menyatakan bahwa tujuan utama aksi militer ke Ukraina adalah melakukan demilitarisasi dan de-Nazi-nisasi rejim Kiev yang didukung dari belaklang layar oleh AS dan NATO. Bukan bermaksud untuk menginvasi Ukraina.

Meskipun Moskow tetap terbuka pada penyelesaian damai terkait Ukraina, namun perkembangan terkini telah bermuara pada sebuah kesadaran baru: AS sudah saatnya mengakhiri cara pandang ideologis yang bermusuhan pada Rusia dan Cina. Bahwa Pengkutuban Tunggal atau Unipolar sudah kuno, dan mulai mempertimbangkan pentingnya Tata Dunia Baru yang berdasarkan Multipolar.

Inilah tantangan utama menuju terciptanya Perdamaian dan Keamanan Internasional.

di Tulis Oleh: Hendrajit, pengkaji geopolitik, Global Future Institute.


[Sumber: yang diambil oleh Admin Suriya-aceh Info-Anak-Meulaboh Silahkan Lihat Di News Theglobal-Review]

Sejarah Senjata Biologis China

Property Pribadi Suriya-Aeh Info-Anak-MeulabohDoc. Pribadi Ilustrasi Gambar Blog Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh: Sejarah Senjata Biologis China
Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh Sejarah Senjata Biologis China - Kombinasi dari faktor-faktor geostrategis di masa lalu dan sekarang secara jelas mempengaruhi pendekatan dan pandangan Cina sehubungan dengan Biological Warfare.

Faktor utama pertama adalah dampak Perang Biologis Jepang terhadap Cina yang bereksperimen pada populasi Cina, yang terjadi dari tahun 1933 hingga 1945, membunuh dan melukai ribu, tanpa Cina mampu mengatasi atau membalas (lihat Unit 731 – Jepang).

Penggunaan Perang Biologis melawan Cina oleh militer Jepang memiliki dampak jangka panjang di Cina. Kantor berita resmi Cina, Xinhua, melaporkan pada tahun 2002, bahwa 'setidaknya 270.000 tentara dan warga sipil Tiongkok dibantai oleh pasukan perang kuman Jepang antara tahun 1933 dan 1945', menurut sebuah 'studi mendalam oleh para ilmuwan Cina dan Jepang.'

Faktor kedua adalah kepercayaan Tiongkok (baik bersuara maupun tidak) bahwa Amerika Serikat (AS) melakukan operasi ofensif Perang Biologis di Tiongkok (dan Korea Utara) selama Perang Korea (1950–1953), bersamaan dengan fakta nyata bahwa antara tahun 1950 dan 1972, AS memiliki operasional Biologi Warfare.

Faktor ketiga menyangkut Uni Republik Sosialis Soviet (USSR). Diduga, menjelang akhir Perang Dunia II, Uni Soviet melakukan eksperimen dengan wabah, antraks dan kolera di Mongolia yang diduduki Soviet.

Kemudian, tes dengan berbagai vaksin dilakukan oleh USSR di Mongolia untuk waktu yang lama, bersamaan dengan persaudaraan komunis yang bertahan antara Cina dan USSR. Dan kerja sama strategis mereka secara umum, dan kesadaran Cina dan mengikuti (sampai batas tertentu) dari program Perang Biologis kolosal yang dijalankan oleh Uni Soviet pada khususnya.

Bangkitnya Program Perang Biologis Tiongkok

Selama Perang Korea (1950–1953), ada kemunculan awal pertahanan rutin terhadap Perang Biologis dalam PLA yaitu unit sanitasi/anti-wabah tahun 1952, yang dibentuk melalui keterlibatan Tentara Relawan Rakyat Tiongkok di Korea.

Pada saat yang sama, kampanye pendidikan intensif untuk membersihkan hama pembawa penyakit dilakukan, dikombinasikan dengan pengalaman korban Perang Biologis yang seharusnya dirawat selama Perang Korea.

Akibatnya, pada tahun 1954, delegasi dan siswa PLA mengunjungi USSR untuk pelatihan mikrobiologi dan penyakit menular. Secara resmi, Cina menyatakan bahwa program pertahanan BWs dimulai pada tahun 1958. Program ini didasarkan pada jaringan alat-alat anti wabah yang stasioner dan bergerak (mirip dengan Soviet), yang bertujuan untuk mengatasi wabah dan penyakit menular yang lebih berbahaya.

Program pertahanan telah berkembang selama tahun 1960-an, sementara program Perang Biologis ofensif dimulai bersamaan.

Pada pertengahan 1970-an, keberpihakan defensif yang tertib dan komprehensif telah beroperasi dalam Program Perang Biologis Tiongkok, sementara program BW ofensif yang efektif dijalankan secara bersamaan.

Yang terakhir ini dibentuk sebagai hasil dari faktor-faktor geostrategis berpengaruh yang disebutkan sebelumnya, namun, agaknya, adalah hasil dari kemauan Cina untuk memiliki senjata yang bernilai strategis tinggi, dalam hal senjata pemusnah massal sub-nuklir (WMD).

Motif semacam itu tampaknya secara khas berada dalam pandangan nasional Tiongkok di hampir semua persenjataan canggih. Minat Tiongkok pun tercermin dari berbagai tulisan dan penelitian.

Strategi nasional fusi militer-sipil Cina telah menyoroti biologi sebagai prioritas, dan Tentara Pembebasan Rakyat bisa menjadi yang terdepan dalam memperluas dan mengeksploitasi pengetahuan ini. Minat PLA yang tajam tercermin dalam tulisan dan penelitian strategis yang berpendapat bahwa kemajuan dalam biologi berkontribusi untuk mengubah bentuk atau karakter konflik. Sebagai contoh:
  1. Dalam Perang untuk Dominasi Biologis 2010, Guo Jiwei , seorang profesor di Universitas Kedokteran Militer Ketiga, menekankan dampak biologi pada perang masa depan. 
  2. Pada tahun 2015, presiden Akademi Ilmu Kedokteran Militer Mayjen He Fuchu berpendapat bahwa bioteknologi akan menjadi “keunggulan komando strategis” baru pertahanan nasional, dari biomaterial sampai senjata “kontrol otak”. . Sejak saat itu ia menjadi wakil presiden Akademi Ilmu Militer, yang memimpin perusahaan sains militer Cina. 
  3. Biologi adalah salah satu dari tujuh “domain perang baru” yang dibahas dalam buku 2017 oleh Zhang Shibo, seorang pensiunan jenderal dan mantan presiden Universitas Pertahanan Nasional, yang menyimpulkan: “Pengembangan bioteknologi modern secara bertahap menunjukkan tanda-tanda kuat yang menunjukkan karakteristik kemampuan serangan: ”termasuk kemungkinan bahwa“ serangan genetik dapat digunakan untuk etnis tertentu. 
  4. Edisi 2017 Science of Military Strategy, sebuah buku teks yang diterbitkan oleh Universitas Pertahanan Nasional PLA yang dianggap relatif otoritatif, memulai bagian tentang biologi sebagai domain perjuangan militer, juga menyebutkan potensi baru.yaitu jenis perang biologis Tiongkok untuk menargetkan “serangan kepada genetika etnis tertentu.”

Betul Cina juga menyamarkannya melalui cara ikut bertanda tangan pada Konvensi Senjata Biologis, namun apakah ini dipegang teguh oleh Cina? Aku cenderung tidak mempercayainya.

di Tulis Oleh: Adi Ketu, Peminat Isu Hubungan Internasional


[Sumber: yang diambil oleh Admin Suriya-aceh Info-Anak-Meulaboh Silahkan Lihat Di News TheGlobalReview/eramuslim]

Sejarah Nanggroe Atjeh Darussalam Part-3

Property Pribadi Suriya-Aeh Info-Anak-MeulabohDoc. Pribadi Ilustrasi Gambar Blog Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh: Sejarah Nanggroe Atjeh Darussalam Part-3
Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh Sejarah Nanggroe Atjeh Darussalam Part-3 -Sebab itu, ketika Muhammad diangkat menjadi Rasul dan mendakwahkan Islam, maka para pedagang di Nusantara sudah mengenal beliau dengan baik dan dengan cepat dan tangan terbuka menerima dakwah beliau itu,” ujar Mansyur yakin.

Dalam literatur kuno asal Tiongkok tersebut, orang-orang Arab disebut sebagai orang-orang Ta Shih, sedang Amirul Mukminin disebut sebagai Tan mi mo ni’. Disebutkan bahwa duta Tan mi mo ni’, utusan Khalifah, telah hadir di Nusantara pada tahun 651 Masehi atau 31 Hijriah dan menceritakan bahwa mereka telah mendirikan Daulah Islamiyah dengan telah tiga kali berganti kepemimpinan.

Dengan demikian, duta Muslim itu datang ke Nusantara di perkampungan Islam di pesisir pantai Sumatera pada saat kepemimpinan Khalifah Utsman bin Affan (644-656 M). Hanya berselang duapuluh tahun setelah Rasulullah SAW wafat (632 M).

Catatan-catatan kuno itu juga memaparkan bahwa para peziarah Budha dari Cina sering menumpang kapal-kapal ekspedisi milik orang-orang Arab sejak menjelang abad ke-7 Masehi untuk mengunjungi India dengan singgah di Malaka yang menjadi wilayah kerajaan Budha Sriwijaya.

Jelas, Islam di Nusantara termasuk generasi Islam pertama. Inilah yang oleh banyak sejarawan dikenal sebagai Teori Mekkah. Jadi Islam di Nusantara ini sebenarnya bukan berasal dari para pedagang India (Gujarat) atau yang dikenal sebagai Teori Gujarat yang berasal dari Snouck Hurgronje, karena para pedagang yang datang dari India, mereka ini sebenarnya berasal dari Jazirah Arab, lalu dalam perjalanan melayari lautan menuju Sumatera (Kutaraja atau Banda Aceh sekarang ini) mereka singgah dulu di India yang daratannya merupakan sebuah tanjung besar (Tanjung Comorin) yang menjorok ke tengah Samudera Hindia dan nyaris tepat berada di tengah antara Jazirah Arab dengan Sumatera.

Bukalah atlas Asia Selatan, kita akan bisa memahami mengapa para pedagang dari Jazirah Arab menjadikan India sebagai tempat transit yang sangat strategis sebelum meneruskan perjalanan ke Sumatera maupun yang meneruskan ekspedisi ke Kanton di Cina. Setelah singgah di India beberapa lama, pedagang Arab ini terus berlayar ke Banda Aceh, Barus, terus menyusuri pesisir Barat Sumatera, atau juga ada yang ke Malaka dan terus ke berbagai pusat-pusat perdagangan di daerah ini hingga pusat Kerajaan Budha Sriwijaya di selatan Sumatera (sekitar Palembang), lalu mereka ada pula yang melanjutkan ekspedisi ke Cina atau Jawa

Disebabkan yang sangat strategis, selain Barus, Banda Aceh ini telah dikenal sejak zaman dahulu. Rute pelayaran dari Mekkah dan India menuju Malaka, pertama-tama setelah bersinggungan dengan Banda Aceh, baru menyusuri Pesisir Barat Sumatera menuju Barus. Dengan demikian, bukan hal yang aneh jika Banda Aceh adalah yang pertama kali disinari cahaya Islam yang dibawa oleh para pedagang Arab. Sebab itu, Banda Aceh hingga sekarang dikenal dengan sebutan Serambi Mekkah.

Dari Sriwijaya Hingga Aceh Darussalam Berdiri

Sebelum kedatangan ekspedisi salib yang dipelopori Portugis lalu Spanyol, hubungan antar pemeluk agama kaum Muslim yang merupakan mayoritas Arab dan banyak penduduk pribumi Sumatera, umat Hindu dari yang diwakili para pedagang India, dan umat Budha yang diwakili kerajaan Sriwijaya berjalan dengan damai dan tentram . Bagaimana sejarah dikembalikan, kerajaan Sriwijaya yang kuat hingga wilayahnya sampai merambah Malaka ini memiliki hubungan diplomatik yang sangat erat dengan Daulah Islamiyah.

Property Pribadi Suriya-Aeh Info-Anak-MeulabohDoc. Pribadi Ilustrasi Gambar Blog Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh: Sejarah Nanggroe Atjeh Darussalam Part-3
Sekitar abad ke-7 M, pada masa kekuasaan Khulafa-Arrasyidin, setelah Khalifah Umar bin Al-Kahattab berhasil menyelamatkan Kerajaan Persia dan beberapa wilayah Imperium seperti Timur, Mesir, Syiria, dan Palestina dua negara adidaya dunia saat itu Daulah Islamiyah jadi mercusuar peradaban dunia.

Pada perkembangannya, di masa Bani Umayyah (661-750 M) dan Bani Abbasiyah (750-1256 M), Daulah Islamiyah mengirimkan duta-duta resminya ke dalam peradaban yang menjadi pendukung seperti Cina dan Sriwijaya yang dalam bahasa yang disebut sebagai Zabaj atau Sribuza . Kala itu Sriwijaya sendiri tengah menapaki zaman keemasan dengan wilayah kekuasaannya di utara sampai ke Semenanjung Malaka dan di selatan merambah hingga Jawa Barat.

Keakraban antara Sriwijaya dengan Daulah Islamiyah salah satunya dapat dibuktikan dengan adanya dua pucuk surat yang dikirim oleh Raja Sriwijaya kepada khalifah masa Bani Umayyah. Surat pertama dikirim ke Muawiyyah, dan surat pertama dikirim ke Umar bin Abdul Aziz. [1]

Surat pertama ditemukan di lemari arsip Bani Umayyah oleh Abdul Malik bin Umayr, yang disampaikan kepada Abu Ya'yub Ats-Tsaqofi, yang kemudian disampaikan lagi kepada Al-Haytsam bin Adi. Yang mendengar surat itu dari Al-Haytsam menceriterakan kembali pendahuluan surat tersebut:

"Dari Raja Al-Hind yang membuat binatang berisikan seribu gajah, (dan) yang istananya terbuat dari emas dan perak, yang memuat putri raja-raja, dan yang memiliki dua sungai besar yang mengairi pohon gaharu, untuk Muawiyah...."[2]

Buzurg bin Shahriyar al Ramhurmuzi pada tahun 1000 Masehi menulis sebuah buku yang menulis tentang zaman keemasan Kerajaan Sriwijaya telah membuat beberapa perkampungan Muslim. Perkampungan itu berdiri di dalam wilayah kekuasaan Sriwijaya. Hanya karena hubungan yang teramat baik dengan Dunia Islam, Sriwijaya mengizinkan orang-orang Islam yang sudah ada di wilayahnya sejak lama hidup dalam damai dan memiliki perkampungannya sendiri di mana di mana memerlukan syariat Islam.[3]

Hubungan yang amat baik tersebut terus berlanjut hingga di masa kekuasaan Bani Umayyah dengan khalifahnya Umar bin Abdul Aziz (717-720 M). Ibnu Abdul al Rabbih secara lebih lengkap memuat korespondensi antara Raja Sriwijaya kala itu, Raja Sri Indravarman (Sri Indrawarman) dengan Khalifah Umar bin Abdul Aziz itu.[4]

Salah satu isi suratnya berbunyi,

“Dari Raja di Raja (Malik al amlak) yang adalah keturunan seribu raja; yang beristeri juga cucu seribu raja; yang di dalam kandang binatangnya terdapat seribu gajah; yang di wilayahnya terdapat dua sungai yang mengairi pohon gaharu nan harum, bumbu-bumbu wewangian, pala, dan kapur barus yang semerbak wanginya hingga menjangkau jarak 12 mil; kepada Raja Arab yang tidak menyekutukan tuhan-tuhan lain dengan Tuhan. Saya telah mengirimkan kepada Anda hadiah, yang sebenarnya merupakan hadiah yang tak begitu banyak, tetapi sekadar tanda persahabatan. Dengan setulus hati, saya ingin Anda mengirimkan kepada saya seseorang yang dapat mengajarkan Islam kepada saya dan menjelaskan kepada saya tentang hukum-hukumnya.”

Ini adalah surat dari Raja Sri Indrawarman kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang baru saja diangkat menggantikan Khalifah Sulaiman (715-717 M). Khalif Sulaiman sendiri merupakan khalifah yang memerintahkan Trariq Bin Ziyad memasuki Spanyol. Pada masa kekuasaannya yang hanya selama dua tahun, Khalif Sulaiman telah memberangkatkan satu armada berkekuatan 35 armada kapal perang dari Teluk Persia menuju pelabuhan Muara Sabak (Jambi) yang saat itu merupakan pelabuhan besar di dalam lingkungan Kerajaan Sriwijaya. Armada tersebut transit di Gujarat dan juga di Pereulak (Aceh), sebelum akhirnya memasuki pusat Kerajaan Zabag atau Sribuza (Sriwijaya).

Menanggapi surat dari seorang raja besar Kerajaan Budha yang sangat bersahabat, Khalifah Umar bin Abdul Aziz segera mengutus salah seorang ulama terbaiknya untuk mengajarkan Islam kepada Raja Sriwijaya Sri Indrawarman, seperti yang diminta olehnya. Menurut catatan H. Zainal Abidin Ahmad, pada tahun 718, Raja Sri Indrawarman akhirnya dengan penuh kesadaran menyatakan dirinya memeluk Islam dan sejak itu kerajaannya dikenal orang sebagai “Kerajaan Sribuza yang Islam”. Pada tahun 726 M, Raja Jay Sima dari Kalingga (Jepara, Jawa Tengah), putera dari Ratu Sima juga memeluk agama Islam.[5]

Sampai sejauh ini, belum ditemukan catatan sejarah tentang masa di mana Kerajaan Sriwijaya dipimpin oleh seorang raja Muslim seperti Sri Indrawarman. Namun besar kemungkinan, Sri Indrawarman mengalami tentangan yang sangat hebat sehingga raja-raja setelahnya kembali berasal dari kalangan Budha. H. Zainal Abidin Ahmad hanya menulis, “Perkembangan Islam yang begitu ramainya mendapat pukulan yang dahsyat semenjak Kaisar-Kaisar Cina dari Dinasti Tang, dan juga Raja-Raja dari Sriwijaya dari Dinasti Syailendra melakukan kezaliman dan pemaksaan keagamaan.”[6]

(Bersambung)

—————–

[1] Prof. Uka Tjandrasasmita, “Hubungan Perdagangan Indonesia-Persia Pada Masa Lampau (Abad VII-XVII M) dan Dampaknya terhadaap Beberapa Unsur kebudayaan”, Jauhar Vol. 1, No. 1, Desember 2000 hal. 32
[2] Azyumardi Azra, “Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII”, Edisi Revisi, Jakarta 2004, hal. 27-28.
[3] Buzurg bin Shahriyar al Ramhurzi, “Aja’ib al Hind”.
[4] Ibnu Abdul Al Rabbih, “Al Iqd al Farid.
[5] H. Zainal Abidin Ahmad; Ilmu Politik Islam V, Sejarah Islam dan Umatnya Sampai Sekarang; Bulan Bintang; Cet.1; 1979; hal.136-137.
[6] Ibid, hal. 137.